www.birotiket.com/?id=tiket2012 - Nikmati Layanan Tiket Pesawat Murah, Booking dan Cetak Sendiri Tiketnya

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Bergabung? silahkan klik disini

Rabu, 15 Februari 2012

Punya Penyakit Kulit, Pria Rentan Impotensi



Penyakit peradangan kulit yang disertai rasa gatal atau disebut eksim (dermatitis atopik), ternyata tidak hanya terkait dengan reaksi alergi. Para pria yang menderita penyakit ini disebutkan mungkin lebih beresiko tinggi menderita impotensi.


"Ada kaitan antara disfungsi ereksi atau impotensi dengan dermatitis atopik. Mekanisme di belakang ini adalah karena faktor inflamasi," kata Shiu-Dong Chung dari Taipei Medical University yang melakukan riset ini.

Beberapa penelitian sebelumnya juga menemukan tingginya kasus disfungsi ereksi (DE) pada pria yang menderita inflamasi kulit seperti psoriasis dibandingkan pria yang sehat.

Chung melakukan penelitian dengan cara menganalisa data 3.997 klaim asuransi  yang dilakukan pria yang baru didiagnosa menderita impotensi dan membandingkannya dengan 20.000 pria berusia sama namun tidak menderita impotensi.

Hampir 11 persen pria yang menderita DE pernah menderita eksim sebelum didiagnosa impotensi. Sebagai perbandingan, hanya 7 persen pria yang tidak mengalami DE yang memiliki riwayat eksim sebelumnya.

Setelah para peneliti memasukkan faktor lain, misalnya ada tidaknya gangguan kesehatan seperti diabetes atau penyakit jantung, mereka menemukan bahwa sekitar 60 persen pria yang menderita DE memiliki riyawat penyakit eksim.

Meski sulit mengaitkan antara penyakit kulit dengan gangguan ereksi namun Chung dan timnya menyimpulkan bahwa hal itu dimungkinkan karena penyakit inflamasi seperti eksim mungkin juga mengganggu pembuluh darah.

Pakar alergi Donald Leung, mengatakan hasil penelitian tersebut menarik tapi memiliki keterbatasan. Pertama karena data penelitiannya diambil dari klaim administrasi yang seringkali tidak akurat.

Selain itu tidak jelas juga apakah pria itu menderita eksim pada saat didiagnosis DE atau pada periode setahun sebelumnya. "Diperlukan riset yang lebih dalam untuk mengetahuinya," kata Leung yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Sumber: kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Followers