www.birotiket.com/?id=tiket2012 - Nikmati Layanan Tiket Pesawat Murah, Booking dan Cetak Sendiri Tiketnya

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Bergabung? silahkan klik disini

Kamis, 16 Februari 2012

Konsumsi Minimal 5 Macam Buah Setiap Hari




Buah merupakan sumber antioksidan terbaik untuk menangkal radikal bebas. Tetapi, untuk mendapatkan manfaat tersebut dianjurkan untuk mengonsumsi minimal 5 porsi buah dengan 5 macam warna setiap harinya. Padahal, kebanyakan orang merasa sudah cukup dengan mengonsumsi seporsi buah setelah makan.

"Buah memang sumber vitamin C yang baik, tetapi untuk mendapatkan efek antioksidannya, kita harus mengonsumsi minimal 5 buah," kata dr. Samuel Oetoro, Sp.GK, staf pengajar di Departemen Ilmu Gizi FKUI dalam acara talkshow bertajuk Promosi dan Branding Buah Nusantara di Jakarta (16/2/2012).

Pada orang yang sering terpapar radikal bebas, menurut Samuel, jumlah buahnya harus ditambah lagi. "Untuk pasien kanker biasanya saya meminta mereka mengonsumsi 10 porsi buah dengan 10 warna agar antioksidannya lebih kuat lagi," imbuhnya.

Ia menjelaskan, manfaat buah bukan hanya kandungan seratnya tapi juga antioksidan, air, elektrolit, vitamin, mineral, serta fitokemikal yang berasal dari warna buah. Mengonsumsi buah sedemikian banyak memang cukup merepotkan dan memakan waktu. Oleh karena itu, Samuel menyarankan agar buah dikonsumsi dengan cara diblender.

"Kalau malas makan buah atau bosan, blender saja beberapa jenis buah setiap hari," katanya.

Dengan diblender, kita bukan cuma mendapatkan vitamin dan mineral tapi juga kandungan seratnya. Supaya tidak terlalu kental, buah sebaiknya diblender dengan kecepatan tinggi.

"Untuk mencegah oksidasi vitamin karena suhu blender yang panas, tambahkan sedikit es batu," saran dokter dari Semanggi Clinic ini.

Selain itu, agar buah sebaiknya dikonsumsi dalam kondisi segar agar kualitasnya terjamin. "Idealnya buah dikonsumsi langsung dari pohonnya atau dipetik sudah matang. Tapi minimal kita memilih buah lokal karena yang diimpor biasanya dipetik dalam kondisi mentah," jelasnya.


Sumber : Kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Followers