www.birotiket.com/?id=tiket2012 - Nikmati Layanan Tiket Pesawat Murah, Booking dan Cetak Sendiri Tiketnya

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Bergabung? silahkan klik disini

Selasa, 28 Mei 2013

Air Mata Wanita Padamkan Gairah Seksual Pria

Air Mata Wanita Padamkan Gairah Seksual Pria

Air mata wanita menjadi senjata ampuh 'melawan' pria tapi juga bisa mematikan kehidupan seks pria. Kekuatan air mata wanita bisa meredam gairah seksual pria.

Itulah penelitian yang diungkapkan seorang ilmuwan ahli saraf kognitif di Weizmann Institute of Science di Rehovot, Israel, Noam Sobel. Menurutnya, air mata mengandung sinyal kimia yang menurunkan gairah seks dan kadar testosteron pria.

Pada penelitian itu, pria diminta mengendus botol yang berisi air mata perempuan atau air garam yang ditempelkan di pipi wanita. Hasilnya, pria yang mengendus air mata merasakan wanita itu kurang menarik secara seksual dibandingkan yang mengendus air garam.

Pria yang mencium aroma air mata (bukan air garam) melaporkan gairah seksualnya turun. Pria ini juga melaporkan turunnya aktivitas di otak yang berhubungan dengan gairah seksual, seperti hipotalamus.

"Saya pikir penelitian ini menggunakan metode suara dan hasilnya menarik. Tapi, sejauh yang saya tahu tak logis, tak jelas pembenaran teoritis atau empiris pada sebuah studi tentang efek air mata dan seks," kata Vingerhoets seperti dikutip dari Nature. Vingerhoets mempelajadi emosi di Tilburg University, Belanda seperti dikutip MidDay, Selasa (28/5/2013).

Menariknya, di sisi lain, air mata dianggap meningkatkan empati dan mendorong kepedulian dan merangsang secara seksual pada tikus. Tapi gairah seksual pada manusia turun.

Denise Chen, yang mempelajari penciuman manusia di Rice University di Houston, Texas, mengatakan perlunya diselidiki lagi apakah air mata yang ditimbulkan oleh emosi yang berbeda memiliki efek yang berbeda.

Para peneliti juga harus melakukan eksperimen kapan wanita ingin menangis, atau air mata keluar secara alami yang disebabkan oleh alergen atau iritan seperti bawang.

"Secara keseluruhan, sebagai studi pertama, itu sangat menarik dan bisa membuka pintu untuk penelitian yang lebih banyak di masa depan," ujarnya.

Sumber: liputan6.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Followers