www.birotiket.com/?id=tiket2012 - Nikmati Layanan Tiket Pesawat Murah, Booking dan Cetak Sendiri Tiketnya

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Bergabung? silahkan klik disini

Rabu, 17 April 2013

2 Situs Porno Geram Divonis "Berbahaya"


Dua situs porno populer, xHamster dan Pornhub, rupanya tak terima dikatakan banyak mengandung malware.

Minggu lalu, sebuah laporan BBC menyebutkan bahwa kedua situs tersebut termasuk "berbahaya" karena memasang iklan-iklan yang mengandung malware.

Laporan tersebut didasarkan pada hasil penelitian pakar keamanan Conrad Longmore, yang dilakukan dengan layanan diagnostik Google.

Pornhub menilai angka-angka iklan berbahaya yang dilampirkan Longmore "terlalu berlebihan".

Sementara itu, xHamster mengatakan bahwa situsnya kini memiliki mekanisme pengamanan yang andal, meski pernah mengalami masalah malware di masa lalu.

"Kini partner kami memeriksa semua pengiklan dengan sangat ketat. Jadi, hampir tak mungkin menaruh situs yang dijangkiti malware di xHamster," ujar seorang juru bicara situs tersebut dalam surel yang dilayangkan ke BBC.

Jelas bermasalah

Menanggapi kedua situs porno, Longmore sebagai pihak peneliti menganggap respons xHamster dan Pornhub sebagai "penyangkalan yang bukan penyangkalan."

"Data penelitian bisa diinterpretasikan secara bebas, tetapi jelas bahwa satu minggu lalu ada masalah, masalah yang sama mungkin tak ada lagi hari ini," ujar Longman.

Riset Longman dibuat berdasarkan statistik dari layanan diagnostik Google yang menjelajahi situs-situs internet untuk mencari konten berbahaya, lalu memublikasikan apa yang ditemukannya dalam waktu 90 hari.

Untuk xHamster, konten "mencurigakan" terakhir ditemukan Google di situs ini pada 6 April. Hal serupa ditemukan di Pornhub pada 28 Januari lalu.

Pihak Pornhub menilai riiko infeksi malware di situsnya sangat "kecil".

Menurut seorang juru bicara situs itu, berdasarkan jumlah 15,5 miliar iklan yang ditayangkan tiap bulan di Pornhub, dalam tiga bulan hanya 0,003 persen iklan yang mengandung konten berbahaya.

Sumber: kompas.com

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Followers