www.birotiket.com/?id=tiket2012 - Nikmati Layanan Tiket Pesawat Murah, Booking dan Cetak Sendiri Tiketnya

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Bergabung? silahkan klik disini

Kamis, 17 Januari 2013

Banjir Masih Genangi Bundaran HI, Lalu Lintas Lumpuh

Banjir Masih Genangi Bundaran HI, Lalu Lintas Lumpuh
Kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta terendam banjir, Kamis (17/1/2013). Banjir tersebut mengakibatkan akses Jalan Sudirman - MH Thamrin lumpuh.

Kondisi banjir di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Kamis (17/1/2013) sore tak banyak berubah. Air masih menggenangi kawasan itu. Akibatnya, lalu lintas di Bundaran HI masih lumpuh.

Pengamatan Kompas.com pukul 16.00 WIB, ketinggian air tak menurun dibanding ketinggian pada pukul 10.30 WIB. Jalanan mulai tergenang dari depan UOB Plaza di dua arah. Ketinggian genangan sampai perut orang dewasa atau sekitar 1,3 meter.

Belasan kendaraan roda empat serta bus yang mogok masih berada di tengah banjir. Beberapa pengendara mobil dan motor yang menuju arah Semanggi tampak nekat menerobos banjir. Ada yang berhasil, ada pula yang mogok hingga keluar asap dari mesin.

"Terusss, terusss, terusss, eeeaaa....," teriak warga kompak setiap ada mobil atau motor melintas hingga akhirnya mogok.

Kendaraan yang lebih banyak lalu lalang sejak siang tadi yakni truk-truk untuk mengangkut warga. Truk itu dikerahkan oleh Kepolisian, TNI, Dinas Kebakaran, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan beberapa organisasi kemanusiaan. Selain truk, ikut dikerahkan perahu.

Bermain hingga mencari nafkah

Tak semua warga kesusahan menghadapi banjir. Adapula yang asik bermain. Anak-anak hingga remaja asik berendam di genangan air berwarna cokelat. Akibatnya, proses evakuasi sedikit terhambat. Tak sedikit yang masuk ke tengah banjir hanya untuk foto-foto.

Ada pula yang mencari rezeki dengan memanfaatkan gerobak untuk mengangkut warga atau sepeda motor. Sekali jalan, mereka mematok harga Rp 50.000 untuk empat orang. Mengangkut motor lebih mahal, yakni Rp 100 ribu per motor.

Sumber : kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Followers