www.birotiket.com/?id=tiket2012 - Nikmati Layanan Tiket Pesawat Murah, Booking dan Cetak Sendiri Tiketnya

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Bergabung? silahkan klik disini

Tampilkan postingan dengan label garuda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label garuda. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Desember 2011

Januari 2012 Asuransi "Delay" Mulai Diimplementasikan.

 
JAKARTA, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih menggodok Pasal 16 dari Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011 yang mengatur soal mekanisme asuransi delay, khususnya syarat konsorsium asuransi.

Targetnya, peraturan ini akan siap diimplementasikan pada 1 Januari 2012 nanti. "Sekarang kami sedang menyusun persyaratan konsorsium asuransi, perusahaan mana saja yang mau masuk," ujar Menteri Perhubungan EE Mangindaan, Selasa (27/12/2011) di Jakarta.

Pelaksana Harian Direktur Angkutan Udara, Djoko Murjatmodjo, menyatakan, aturan asuransi delay ini sudah disetujui oleh semua maskapai. "Semua maskapai sudah setuju, tapi yang masih didiskusikan adalah pasal 16 soal konsorsium asuransi," ujar Djoko.

Menurutnya, syarat-syarat perusahaan asuransi yang ingin ikut dalam peraturan ini, seperti aturan hukum modal minimum perusahaan asuransi, masih disusun. "Hari ini kami sedang bicarakan dengan biro hukum. Kalau tidak ada halangan, 1-2 hari lagi bisa naik untuk ditandatangani Menteri," tambah Djoko.

Nantinya, penggantian ganti rugi ini akan diawasi oleh pihak otoritas bandara. "Penggantiannya akan berupa uang tunai ataupun voucer sebesar Rp 300.000. Jika berbentuk voucer, maka harus bisa diuangkan paling lambat satu hari kerja setelahnya di kantor airline terdekat," ungkap Djoko.

Seperti diketahui, sejatinya peraturan ini bakal diimplementasikan pada November lalu, tetapi mengalami penundaan. Beleid ini salah satunya akan mengatur ganti rugi sebesar Rp 300.000 kepada penumpang akibat keterlambatan penerbangan atau delay selama empat jam. (Harry Febrian/Kontan)
 
 

Perusahaan Asuransi Lirik Bisnis Asuransi Delay Penerbangan

a
 
Terhitung mulai 1 Januari 2012, setiap maskapai penerbangan yang mengelami keterlambatan atau delay lebih dari 4 jam wajib memberikan ganti rugi Rp 300.000 untuk setiap penumpang. Kewajiban itu diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 92 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara.

Terbitnya beleid itu membawa berkah bagi perusahaan asuransi umum. Pasalnya, beleid itu mewajibkan tanggung jawab atas ganti rugi delay diasuransikan kepada satu atau gabungan beberapa perusahaan asuransi nasional.

Klaim asuransi tanggung jawab angkutan udara dapat dilakukan dengan menggunakan jasa keperantaraan perusahaan pialang asuransi.

Tak ingin menyia-nyiakan peluang, perusahaan asuransi kini mulai bergerilya mendekati beberapa perusahaan penerbangan. PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), misalnya, saat ini sangat agresif dalam menawarkan kerja sama asuransi delay dengan maskapai.  "Sudah kami kirimkan tawaran kerjasama ke beberapa maskapai, tapi belum ada jawaban," kata Direktur Ritel PT Jasindo, Soeranto, Rabu (28/12/2011).

Soeranto mengaku tertarik menggarap asuransi delay karena peluang pasarnya sangat besar. Menurutnya, bisa bekerjasama dengan salah satu maskapai saja, potensi perolehan preminya sangat besar.
Ia mencontohkan, dengan harga premi sebesar Rp 15.000 per penumpang, maka potensi perolehan premi dalam setahun akan mencapai Rp 15 miliar. "Itu dengan asumsi satu maskapai bisa mengangkut 1 juta orang per tahun," jelas Soeranto.

Direktur Ritel PT Citra Insurance Underwritter Bino Sulaksono mengakui potensi asuransi delay sangat besar. Sebelum ada asuransi delay, perusahaan asuransi sudah mengangtongi premi cukup besar dari penjualan produk asuransi perjalanan dengan pesawat. Produk tersebut menanggung jiwa penumpang dan barang.
khusus untuk asuransi delay nantinya akan menanggung keterlambatan pesawat. Alhasil, pendapatan asuransi delay ini bakal mengerek perolehan premi dari produk asuransi perjalanan dengan pesawat.

Menurut Bino, dari asuransi perjalanan itu saja, perusahaannya berhasil mengumpulkan premi sebesar Rp 5 miliar per November 2011. Selain bekerja dengan maskapai, premi sebesar itu didapat juga dari kerjasama dengan biro perjalanan wisata. "Komposisinya, 60% dari agen perjalanan dan 40% dari maskapai," jelas Bimo. (Feri Kristiant/Kontan)



Rabu, 21 Desember 2011

Garuda Cabut Pelayanan Visa di Pesawat

Garuda Cabut Pelayanan Visa di Pesawat





Maskapai penerbangan Garuda Indonesia mencabut imigration on board (pelayanan visa di pesawat) pada rute penerbangan Amsterdam-Dubai-Jakarta mulai tanggal 23 Desember 2011. Padahal fasilitas ini telah menjadi merek dagang perusahaan Indonesia tersebut.
Garuda menyediakan fasilitas imigration on board supaya pelanggan tidak perlu mengantri terlalu lama di Cengkareng pada saat tiba di Jakarta, sekitar jam 8 pagi. Namun setelah mengevaluasi penerbangan Amsterdam-Dubai-Jakarta, pihak Garuda menyimpulkan antrian di imigrasi Cengkareng masih belum ada atau sedikit sekali.
Dengan demikian pihak Garuda merasa tidak tepat jika tetap menyediakan fasilitas itu untuk penerbangan dari Amsterdam.
Antrian panjang
Menurut Kepala Regional Garuda Amsterdam-Dubai
Kokoh Ritonga, kepada Radio Nederland Rabu (21/12/2011) Kepala Regional Garuda Amsterdam-Dubai mengatakan masih ada penerbangan internasional Garuda lainnya yang tiba di Jakarta pada saat jam sibuk, di mana kalau tidak memberikan fasilitas imigration on board, antrian akan panjang.
Alasan Garuda mencabut imigration on board antara lain masih terbatasnya tenaga kerja. Untuk bisa melaksanakan pelayanan tersebut harus ada petugas dari imigrasi sendiri dan alat-alat yang diperlukan.
"Jadi kita harus memilih mana yang lebih memerlukan. Akhirnya direksi kita memutuskan bahwa prioritas diberikan kepada penerbangan internasional yang tiba di Jakarta pada saat peak hour," kata Kokoh Ritonga.
Kepala regional Garuda Amsterdam-Dubai-Jakarta juga mengakui pengaruh dari langkah ini pasti ada. Tapi ia yakin pelanggan memilih terbang dengan Garuda bukan hanya semata-mata karena faktor imigration on board. "Dari survei yang kita laksanakan ada beberapa karakter produk yang menjadi faktor orang memilih Garuda, dan faktornya tidak hanya imigration on board."
Sebagai contoh, Kokoh Ritonga menyebut selain harga dan kualitas pelayanan, juga jadwal penerbangan yang menjadi faktor mengapa penumpang memilih naik Garuda. Maskapai penerbangan Indonesia tersebut hanya transit di Dubai paling lama satu jam. Jadi total penerbangan Amsterdam-Jakarta paling pendek dibandingkan maskapai-maskapai lain.
Salah satu dampak dicabutnya fasilitas imigration on board, menurut Kokoh Ritonga adalah penurunan minat terhadap produk Garuda untuk waktu tertentu. "Tapi dengan adanya kelebihan-kelebihan di bidang lain, kita harapkan akan kembali normal."
Sayang sekali
Sementara itu, Sie dari biro perjalanan Sie Tours and Travel di kota Amstelveen sangat menyayangkan keputusan Garuda ini.
"Menurut saya ini adalah suatu ekstra pelayanan untuk penumpang. Apalagi sekarang airline-airline lainnya sedang menurunkan harga. Saya sudah ngomong dengan penumpang-penumpang kami. Mereka merasa sangat sayang sekali."
Menurut Sie, cukup banyak orang Belanda, orang Indonesia berwarga negara Belanda atau orang Belanda keturunan Indonesia, yang naik Garuda ke Indonesia. Alasan utama mengapa mereka memilih Garuda adalah karena fasilitas imigration on board.
Sie mengkhawatirkan jumlah penumpang Belanda ke Indonesia pasti akan berkurang akibat pencabutan fasilitas ini. Nilai tambah Garuda kini tinggal harga dan pajak bandara yang masih termasuk murah jika dibandingkan maskapai penerbangan lainnya.
"Tapi kalau dibandingkan dengan Emirates misalnya, ya kalah Garuda," tutur Sie
Sumber : TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA


SUPPORT BY

Selasa, 13 Desember 2011

Garuda Buka Jalur Penerbangan Langsung ke Istanbul


Garuda Indonesia Airlines (GIA) membuka jalur penerbangan langsung dari Jakarta ke Istanbul. Pernyataan ini disampaikan Direktur PT GIA Emir Syah Satar dalam pertemuan dengan Wakil Perdana Menteri Turki Bulent Aricn.

"Seperti yang tadi sudah dikatakan bahwa sudah ada kerja sama antara Garuda dan Turki Airlines," kata Emir di Hotel Shangri-La, Sabtu, 10 Desember 2011.

Menurut Emir, pembukaan jalur langsung ini penting untuk mengakomodasi para wisatawan, baik Turki maupun Indonesia, yang ingin mengunjungi masing-masing negara. Rencananya, Garuda akan membuka dua jalur penerbangan langsung ke Istanbul.

Dalam kesempatan yang sama, Garuda menanyakan kemungkinan dibukanya jalur langsung bagi maskapai Indonesia dari Jeddah ke Istanbul, khususnya bagi jemaah haji yang melakukan umrah.

Menjawab pertanyaan ini, Wakil Perdana Menteri Turki Bulent Arinc tidak langsung menyatakan sikap. Menurut Bulent Arinc, kemungkinan itu bersifat sangat teknis. "Hal ini merupakan kewenangan dari duta besar dan antar-pemerintah, tapi saya akan mencatat ini," ujar Bulent Arinc.


(TEMPO.CO)

Selasa, 06 Desember 2011

Akibat Aktivitas Gunung Gamalama, Ternate Garuda Indonesia Untuk Sementara Hentikan Penerbangan ke Ternate


Sehubungan dengan pemberitahuan yang dikeluarkan oleh otoritas penerbangan - "Notification to Airman" (NOTAM) No. C0932/2011 oleh Airport Sultan Babullah, Ternate, Maluku Utara yang menyatakan bahwa bandara Sultan Babullah, Ternate ditutup selama dua hari (tanggal 5 - 6 Desember 2011), akibat aktivitas Gunung Gamalama, maka - sesuai Notam tersebut Garuda Indonesia untuk sementara (tanggal 5 – 6 Desember 2011) tidak melayani penerbangan ke Ternate.

Garuda Indonesia saat ini melayani penerbangan dari Jakarta ke Ternate sebanyak dua kali per hari, masing-masing melalui Menado (GA 600) – berangkat dari Jakarta pukul 05.40 WIB dan tiba di Ternate pada pukul 12.40 WITA. Sementara itu, penerbangan ke Ternate melalui Makassar (GA 660), berangkat dari Jakarta pukul 00.45 WIB dan tiba di Ternate pada pukul 09.00 WITA.

Garuda Indonesia akan terus memonitor situasi dan perkembangan berkaitan dengan aktivitas gunung Gamalama, dan Garuda Indonesia akan terbang kembali ke Ternate setelah bandara Sultan Babullah dinyatakan dibuka kembali oleh otoritas yang berwenang.Garuda Indonesia Gunakan B737-800 NG untuk Penerbangan ke Kendari.
Sementara itu, sejalan dengan meningkatnya jumlah penumpang penerbangan ke Kendari, maka mulai Selasa (13/12), Garuda Indonesia akan mengoperasikan pesawat jenis B 737-800 NG menggantikan pesawat jenis B737-300 yang sebelumnya melayani rute penerbangan ke Kendari tersebut.

Pesawat jenis B737-800NG memiliki kapasitas 162 kursi yang terdiri dari 12 kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi, sementara B737-300 memiliki kapasitas sebanyak 110 kursi yang terdiri dari 16 kelas bisnis dan 94 kelas ekonomi.

Garuda Indonesia melayani penerbangan Jakarta – Kendari satu kali setiap hari, berangkat dari Jakarta (GA 604) pukul 06.30 WIB, tiba di Kendari pada pukul 11.35 WITA. Sementara itu, penerbangan dari Kendari (GA 605) berangkat pukul 12.20 WITA dan tiba di Jakarta pada pukul 15.15 WIB.


(IP)

Kamis, 01 Desember 2011

setahun lagi ... Garuda kuasai penuh operasional terminal 2E dan 2F


Maskapai penerbangan Garuda Indonesia menargetkan akan menguasai operasional terminal 2E dan 2F di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta paling lambat awal 2013.

Target operasional Garuda melalui dua terminal di Bandara Soekarno-Hatta itu seiring dengan dimulainya aliansi global Sky Team pada awal 2013.

"Sky Team akan dimulai pada awal 2013, maka kami persiapkan sistemnya. Pada saat implementasi Sky Team sudah jadi semua sistem termasuk adanya terminal khusus yang terkoneksi langsung dengan anggota maskapai Sky Team," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar saat acara pemberian penghargaan bagi tim tenis Sea Games XXVI 2011, Selasa, 29 November.

Garuda memberikan uang tunai senilai total US$12.000 dan tiket penerbangan internasional tujuan Amsterdam, Australia, Jepang, dan China, dengan masing-masing dua tiket per orang.

Pada saat pemberian penghargaan ini disaksikan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng, Ketua Umum PELTI Martina Widjaja dan Pembina Pelti Soebronto Laras serta Ketua INASOC Rahmat Gobel.

Emirsyah menambahkan nantinya seluruh penerbangan Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta hanya dilayani dari Terminal 2E dan 2F. Hal ini sesuai hasil penandatangan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan PT Angkasa Pura II. MoU berjangka waktu 1 tahun sejak ditandatangani, yakni menjadi 28 November 2012.

"Selama masa jangka waktu MoU ini, kami melakukan pembicaraan intens lagi dengan AP II. Kalau memang jangka waktunya sudah terlewati, masih bisa diperpanjang. Namun ditarget pada saat pelaksanaan Sky Team, sudah dapat dipakai," katanya.

Dengan dikuasainya terminal 2E dan 2F oleh Garuda, akan memindahkan maskapai-maskapai lainnya yang selama ini menggunakan terminal itu untuk menaik dan menurunkan penumpang.

"Nanti dipikirkan bersama bagaimana memindahkan maskapai lain, apakah akan dibangun terminal baru atau memfungsikan terminal 2D," katanya.

Deputi Senior General Manajer Bandara Soekarno-Hatta Mulya Abdi mengatakan saat ini ada 25 maskapai yang menggunakan terminal 2E. Terminal ini khusus penerbangan internasional. Untuk penerbangan dari terminal 2F, lanjutnya, hanya digunakan oleh Garuda Indonesia dan Merpati untuk penerbangan domestik.

"Nanti akan penataan ulang, soal perpindahan maskapai lain, akan dibahas kembali secara bersama-sama," kata Mulya.

PT Angkasa Pura II sebelumnya menetapkan Terminal 2E dan 2F Bandara Soekarno-Hatta khusus didedikasikan kepada maskapai Garuda Indonesia. Kebijakan berlaku sejak Senin (28/11).

Penetapan tersebut dikukuhkan dalam
nota kesepahaman yang ditandatangani kedua belah pihak pada Senin, 28 November 2011 di Bali oleh Direktur Utama Angkasa Pura (AP) II Tri S. Sunoko dan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar.

Tri Sunoko menjelaskan kebijakan untuk menjadikan Terminal 2E dan 2F sebagai Dedicated Terminal Garuda Indonesia tersebut sebagai salah satu bentuk sinergi antar-Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam koridor peningkatan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa angkutan udara nasional.

"Nota kesepahaman ini akan menjadi dasar bagi kedua pihak dalam melaksanakan kerja sama yang saling menguntungkan untuk memanfaatkan kekuatan potensi masing-masing, serta membangun kemitraan strategis dalam melakukan implementasi peningkatan pelayanan dan penataan Terminal 2E dan 2F Bandara Soekarno-Hatta," kata Tri.

(Bisnis Indonesia)
SUPPORT BY







Garuda Indonesia Dukung Pesta Danau Toba


Perusahaan penerbangan nasional, Garuda Indonesia mendukung pelaksanaan Pesta Danau Toba 2011 yang akan digelar 27-30 Desember mendatang di Prapat. Garuda Indonesia akan menyemarakkan PDT dengan menggelar even bertajuk Garuda Indonesia Fun Bike 28 Desember mendatang.

Keikutsertaan Garuda Indonesia dalam mendukung PDT 2011 dipastikan saat pertemuan Panitia PDT 2011, yang diwakili Nurlisa Ginting (Sekretaris Umum), Dewi Juita Purba (Sekretariat) dan Aswin Ginting bersama General Manager Garuda Indonesia Cabang Medan, Muchwendy dan Widya Pramono (sales) di kantor Garuda Indonesia Cabang Medan Jalan Mongosidi, Jumat (25/11) lalu.

Menurut Nurlisa Ginting, penyelenggaraan PDT yang kian dekat ini perlu terus dimatangkan dengan berbagai konsep kegiatan yang telah direncanakan.  Begitu juga dengan dukungan dari berbagai stakeholders pariwisata yang selama ini telah menjadi mitra Pemprovsu dalam menggalakkan dunia pariwisata Sumut.

"Keterlibatan Garuda Indonesia dalam Pesta Danau Toba Indonesia dengan menggelar acara Garuda Indonesia Fun Bike tentu sangat baik sekali. Apalagi kegiatan ini nantinya dapat menambahkan serangkaian acara dan juga melibatkan peserta dari komunitas sepeda di Medan dan daerah lainnya," terangnya Senin (28/11).

(Harian Sumut Pos)


SUPPORT BY







Mengapa Garuda Tak Ikut Lion Air Pesan Boeing ?

Maskapai penerbangan swasta, Lion Air, beberapa waktu lalu memborong 201 pesawat Boeing 737 Maxz. Maskapai pelat merah, PT Garuda Indonesia Tbk, juga ditawari Boeing untuk membeli 737 Maxz, namun tidak diambil. Apa alasannya?

Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, menjelaskan, alasan Garuda Indonesia tidak mengambil tawaran Boeing karena perusahaan tidak bisa membeli pesawat yang bentuk nyatanya belum ada. Apalagi, status Garuda saat ini adalah perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Garuda itu perusahaan BUMN dan publik, sehingga saya susah mempertanggungjawabkan kepada pemegang saham," kata Emirsyah di Jakarta, Selasa 29 November 2011.

Emirsyah mengungkapkan, hingga saat ini, pesawat Boeing tipe 737 Maxz baru sebatas gambar. Kemungkinan, bentuk nyata dari pesawat komersial keluaran pabrikan Amerika Serikat itu baru akan terwujud pada 2017.

Ketika ditawari untuk membeli 737 Maxz, Emirsyah mengungkapkan, produsen Boeing menyatakan pesawat keluaran terbaru tersebut merupakan pengembangan dari Boeing 737 dengan tingkat efisiensi lebih besar. "Saat ditanya efisiensi seperti apa, masih belum tahu," katanya.

Jika dirinya menjadi dirut maskapai swasta, Emirsyah mengaku akan mengambil keputusan yang sama seperti ditempuh Lion Air. Alasannya, penawaran Boeing dianggap sangat menguntungkan serta dukungan publikasi yang besar-besaran.

"Kalau saya swasta, saya juga melakukan hal yang sama, karena harganya murah dan dari segi public relations, signing di depan kepala negara merupakan hal yang bagus bagi maskapai," ujar dia.


(VIVAnews)



SUPPORT BY




Followers