www.birotiket.com/?id=tiket2012 - Nikmati Layanan Tiket Pesawat Murah, Booking dan Cetak Sendiri Tiketnya

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Bergabung? silahkan klik disini

Tampilkan postingan dengan label asia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label asia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Desember 2011

Saudi Beli Pesawat F-15 AS Senilai US$ 30M



Pesawat Jet F-15 (boeing.com)

Pemerintah Amerika Serikat mencapai kesepakatan dengan Pemerintah Arab Saudi untuk pembelian puluhan pesawat jet F-15. Kesepakatan AS - Saudi ini dengan transaksi yang nilainya hampir sebesar US$ 30 milyar.

Dengan kesepakatan US$ 29,4 milyar, Saudi meminta produksi pesawat F-15 SA sebanyak 84 unit. Selain itu, kesepakatan juga mencapai untuk melakukan modernisasi sebanyak 70 unit pesawat F-15s yang sudah dimiliki Saudi.
"(Kesepakatan) juga termasuk amunisi, suku cadang, pelatihan, perawatan, dan logistik," kata Asisten Menteri Dalam Negeri bidang Politik-Militer AS, Andrew Shapiro, seperti dikutip dari laman CNN.

Kesepakatan ini, menurut Shapiro, menunjukkan komitmen kuat AS yang peduli terhadap kemampuan pertahanan Arab Saudi, sebagai kunci penting pengamanan wilayah Timur Tengah.

"Penjualan ini mengirim pesan kuat ke sejumlah negara di kawasan itu bahwa AS memiliki komitmen untuk menjaga stabilitas di wilayah Teluk dan Timur Tengah," jelas Shapiro.

Selain itu, Shapiro pun menjamin transaksi antara AS dengan Saudi ini tidak membahayakan bagi Israel. "Secara hukum, semua penjualan ke kawasan itu (Timur Tengah) harus dievaluasi apakah ada dampak ancaman militer secara kualitatif terhadap Israel," tutur Shapiro.

Selain itu, Shapiro pun mengatakan, kesepakatan dengan Arab Saudi sangat penting dilakukan untuk menjaga kepentingan AS terhadap kebutuhan minyak di Saudi. "Ini sangat penting terhadap kebutuhan ekonomi kami."

Sedangkan Al Jazeera memberitakan, kesepakatan ini terungkap pertama kali dari ucapan Presiden Barack Obama, ketika menghabiskan liburan Natalnya di Hawaii. Namun, proses kesepakatan ini sudah berlangsung sejak Oktober 2010, sebagai bagian dari transaksi penjualan perlengkapan militer As ke Saudi sebesar US$ 60 milyar.

Kesepakatan itu disebut akan berlangsung selama 15 hingga 20 tahun. Salah seorang pejabat kantor pertahanan AS menyebut, kesepakatan 2010 itu juga termasuk pembelian helikopter serbu Apache dan helikopter Black Hawk.

Menariknya, pengumuman kesepakatan ini berlangsung ketika hubungan AS dan sekutunya di Timur Tengah dengan Iran semakin memanas. Apalagi sejak Iran melakukan uji coba nuklir.

Tak hanya itu, hubungan pun semakin memanas ketika Iran berencana menutup Selat Hormuz. Bagi AS, Selat Hormuz merupakan selat yang penting bagi perdagangan minyak bumi. Karena itu AS menilai penutupan Selat Hormuz tidak dapat diterima. (eh)

Sumber • VIVAnews




Selasa, 20 Desember 2011

Wow! Waria Thailand Jadi Pramugari Pesawat Pertama


Ladyboys sebutan untuk waria Thailand telah bekerja sebagai pramugari untuk maskapai penerbangan baru, sebuah langkah kunci menuju penerimaan lebih luas di negara, di mana mereka sudah biasa terlihat.

Dikenal sebagai "katoeys" atau "ladyboys," para waria dan kaum transeksual memiliki pekerjaan utama di berbagai bidang di Thailand. Mereka umumnya bekerja di toko kosmetik atau toko-toko kesehatan, yang hampir selalu memiliki asisten toko, ladyboy.

Pramugari waria tersebut bernama Tanyarat Jirapatpakorn berusia 22 tahun yang bekerja untuk maskapai penerbangan baru PC air. Ia membuat debutnya dalam penerbangan dari Bangkok ke kota selatan Surat Thani pada hari Kamis (15/12), melayani minuman dan makanan ringan serta melakukan demonstrasi keselamatan.

PC air berasal dari inisial presiden perusahaan, Peter Chan. Awalnya, PC direncanakan hanya mempekerjakan pramugari laki-laki dan perempuan saja, tetapi berubah pikiran setelah lebih dari 100 transeksual dan waria melamar juga.

Empat waria dipilih, bersama dengan 19 perempuan dan 7 laki-laki sebagai pramugari.

Maskapai itu mengatakan kualifikasi untuk pramugari ladyboy adalah sama, seperti pada pramugari perempuan. Namun, ada ketentuan tambahan bahwa mereka mesti menjadi seperti wanita dalam cara berjalan dan berbicara, serta memiliki suara feminin.

Chan, presiden maskapai penerbangan itu menerangkan bahwa pemilihan pramugari ladyboy sebenarnya juga memiliki keuntungan khusus.

"Mereka mungkin memberikan layanan yang lebih baik, karena mereka memahami pria dan wanita. Dan mereka terlatih sesuai dengan standar penerbangan," kata Chan.

Para pramugari baru itu dipilih pada bulan Februari lalu dan telah menjalani pelatihan, sebagai langkah-langkah keamanan dalam layanan penerbangan dan mengaplikasikan make-up.

PC Air melayani penerbangan dalam negeri Thailand serta untuk tujuan Asia, termasuk Jepang dan Korea Selatan.

(Wartanews)


SUPPORT BY

Selasa, 13 Desember 2011

Filipina Masih Menyelidik Penyebab Kecelakaan Queen Air


Otoritas penerbangan sipil Filipina masih menyelidiki penyebab insiden kecelakaan pesawat di Kota Paranaque di wilayah Metro Manila, baru-baru ini. Jumlah korban bertambah menjadi 13 orang tewas, 20 orang luka-luka dan 5 orang masih dinyatakan hilang.

Tim investigasi sampai kemarin masih menyelidiki kecelakaan pesawat kargo Queen Air yang jatuh di daerah perumahan di Jalan Taiwan, Kota Paranaque, Metro Manila. Tim investigasi juga masih menyisir lokasi jatuhnya pesawat di kawasan kumuh Metro Manila, untuk menemukan lagi korban-korban. Hingga kini masih ada 5 orang yang dinyatakan hilang.

Saksi mata mengaku mendengar ledakan keras sebelum pesawat terbakar dan meratakan 20 rumah serta bangunan sekolah dasar. Dikhawatirkan korban masih akan terus bertambah, meski sejauh ini dikonfirmasi 20 orang luka-luka dan 13 orang tewas, termasuk pilot dan ko-pilot.

(Metrotvnews)

SUPPORT BY


Jumat, 02 Desember 2011

Walah! Bahasa Inggris Pilot Buruk, Pesawat China Lepas Landas Tanpa Izin



Gara-gara kurangnya kemampuan berbahasa Inggris pilot, sebuah pesawat milik maskapai penerbangan China begitu saja lepas landas dari bandara Jepang tanpa otorisasi. Atas kejadian ini, maskapai tersebut, China Eastern Airlines berjanji akan meningkatkan keahlian bahasa Inggris para kru pesawatnya.

Meski tidak bersedia menjelaskan secara detail, namun maskapai itu berjanji akan "semakin memperbaiki kemampuan komunikasi bahasa Inggris para kru penerbangan kami untuk memastikan keselamatan penerbangan."

Maskapai China itu juga menyatakan pihaknya akan bekerja sama dengan investigasi yang dilakukan otoritas Jepang atas insiden yang terjadi Senin, 28 November lalu. Dalam insiden itu, pilot menerbangkan pesawatnya dari bandara Osaka padahal belum mendapat izin terbang dari para petugas pengawas lalu lintas udara. Kesalahpahaman itu terjadi karena kemampuan berbahasa Inggris pilot yang kurang.

"Eastern Airlines akan bekerja sama dengan investigasi dan akan sepenuhnya mempertahankan prinsip keselamatan adalah yang terutama dan beroperasi sesuai hukum," demikian pernyataan maskapai itu seperti dilansir AFP, Kamis (1/12/2011).

Saat itu pesawat tersebut mengangkut 254 penumpang. Meski terjadi kesalahpahaman antara pilot dan petugas pengawas lalu lintas udara, pesawat berhasil lepas landas dan mendarat dengan selamat di Shanghai.


(detikNews)

SUPPORT BY







 

Misteri Cessna 172



Jatuhnya pesawat Cessna 172 milik PT Nusa Flying International School di Kawah Burung, Gunung Ciremai, Desa Cikaracak, Kec. Argapura, Kab. Majalengka, masih menyimpan misteri.

"Sampai saat ini kami tak habis pikir, kok bisa pesawat jatuh di daerah Majalengka. Padahal berdasarkan hasil kajian ilmiah, sangat kecil kemungkinannya pesawat jatuh di daerah Kawah Burung," ungkap Kepala Tim Search and Rescue (SAR) evakuasi mayat, Yopi Haryadi, Rabu (30/11).

Dijelaskan Yopi, Tim SAR menjalankan tugas dengan berpatokan pada titik koordinat dan Emergency Locator Transmitter (ELT). Saat melakukan pelacakan, Tim SAR dan tim lainnya menemukan koordinat itu di Desa Cihawanjar, Lembang, Kab. Bandung Barat. "Titik koordinatnya 064607 South dan 1073343 East. Sehingga tim lebih berfokus melakukan pencarian di daerah tersebut," katanya.

Pencarian bahkan diperkuat dengan ditemukannya benda putih di lokasi tersebut, sehingga mereka melakukan pencarian lebih mendalam dengan mempergunakan jalur darat dan udara.

"Kalau mau jujur, secara ilmiah, penemuan pesawat di Majalengka itu enggak masuk logika ilmu penerbangan. Tetapi faktanya memang di sini dan inilah yang sedang kami analisis kembali. Jadi analisis tim sebelumnya meleset," tuturnya.

Hal senada diungkapkan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Sugiri Sukani, Kabupaten Majalengka, Mayor Psk. Is Budiarto. Ia mengatakan, pihaknya sependapat dengan analisis Tim Basarnas. Tujuan dari semua ini adalah mempermudah proses pencarian.

"Kalau melihat rute penerbangan dari Lanud Halim Perdana Kusumah Jakarta menuju Bandara Penggung Cirebon, rasanya tidak mungkin pesawat jatuh di lokasi saat ini," kata Danlanud saat dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (30/11).

Biasanya, ketika pesawat hilang kontak maka ia akan fokus pada titik awal koordinat terakhir dan pencarian dilakukan tidak jauh dari radius itu. Alasannya tentu untuk mempermudah proses pencarian dan tidak menghabiskan waktu mencari di tempat lain selain di Majalengka.

Sementara itu, Kapolres Majalengka, AKBP Lena Suhayati mengatakan, analisis jatuhnya pesawat sampai saat ini belum dilakukan dan masih menunggu tim. Sedangkan evakuasi pesawat masih menunggu kabar dari pemiliknya. "Kalau kajian mengenai jatuhnya pesawat belum ada, termasuk kapan pesawat dievakuasi karena belum ada informasi dari pihak sekolah penerbangnya," katanya.


(Gala Media)


SUPPORT BY







 

Penerbangan di Juanda Terancam Kawanan Burung

Gangguan burung semakin memusingkan pengelola Bandara Internasional Juanda Surabaya. Segala cara telah dicoba untuk mengusir burung-burung di sana. Mulai dari cara menembaki, hingga mengusirnya dengan suara predator buatan. Tetapi burung-burung itu tetap mengusik.

Gangguan burung pada pesawat (bird strike) sudah menjadi keprihatinan bagi banyak bandara di dunia. Serangan burung ini bisa mengakibatkan kerusakan pesawat yang tentunya membahayakan penerbangan itu sendiri. Pendaratan darurat pesawat di Sungai Hudson, New York Januari 2011 yang fenomenal itu juga akibat serangan burung.

Serangan burung ini merupakan satu dari sekian gangguan (hazard) penerbangan di Juanda. Gangguan lain adalah frekuensi radio ilegal, runway incursion (posisi yang tidak tepat di lokasi runway), green laser, dan layang-layang.

Menurut Kepala bagian Manajemen Keselamatan Bandara Internasional Juanda, PT Angkasa Pura (AP) I, Ponco Priyono, sebagian besar gangguan burung baru diketahui ketika pesawat sudah parkir di apron. Demikian pula dengan kapan serangan terjadi, waktu lepas landas atau mendarat.

"Mungkin karena pilot sedang dalam konsentrasi tinggi sehingga kurang memperhatikan hal itu. Tanda-tandanya ada bau seperti benda terbakar atau kalau tidak pilot juga merasakan ada grek grek pada mesin," kata Ponco, Selasa (29/11/2011) kemarin.

Ponco tidak bisa menyebutkan angka pasti bird strike yang dialami pesawat yang lalu lalang di Juanda. Namun ia menegaskan, jumlah burung yang hilir mudik di sekitar bandara itu sudah demikian mengkhawatirkan. "Pagi sekitar pukul 07.00 WIB burung burung itu mulai berangkat dari sisi Selatan menuju Utara, sore sekitar pukul 17.00 WIB baru balik lagi," kata Ponco menjelaskan pola hilir mudik.

Aktivitas burung yang tinggi sangat berkaitan dengan lokasi Bandara Juanda yang berdekatan dengan bentangan pantai timur Surabaya (Pamurbaya) yang memang menjadi rumah atau persinggahan ratusan spesies burung. Termasuk di dalamnya burung migran yang selalu berpindah dalam kurun waktu tertentu.

Ia menjelaskan aktivitas harian burung yang terbang berkelompok di sekitar bandara itu tentu saja merepotkan para pilot yang hendak take off maupun landing. Sehingga, harus ada langkah-langkah yang diambil untuk mengendalikan burung-burung itu.

Ponco mengakui, banyak hewan hewan kecil di sekitar kawasan bandara ini yang memicu kedatangan burung. "Bukan hanya kecebong (anak katak), tapi ulat yang ada di rumput rumput itu juga mengundang burung karena menjadi makanan burung," ujarnya.

Untuk menjaga agar burung burung itu tidak datang mencari makanan di rumput, petugas terus-menerus menjaga ketinggian dari rumput. Misalnya dengan pemangkasan rumput. "Ketinggian rumput ini harus selalu terjaga, antara 20–30 centimeter tidak boleh terlalu tinggi atau terlalu pendek," imbuhnya.

"Bahkan kami pernah terpikir akan mencoba dengan cara memakai pawang burung untuk mengendalikan keberadaan burung tersebut, tapi apakah bisa," paparnya.

Menurutnya, kalau ada pawang burung pihaknya mau mencoba untuk mengendalikan burung burung yang lalu lalang di bandara. "Kalau ada pawang burung bisa dicoba mungkin lebih efektif untuk mengusir dan mengendalikan pergerakan burung burung itu," lanjutnya.


(Kompas)
SUPPORT BY









Kamis, 01 Desember 2011

Garuda Indonesia Dukung Pesta Danau Toba


Perusahaan penerbangan nasional, Garuda Indonesia mendukung pelaksanaan Pesta Danau Toba 2011 yang akan digelar 27-30 Desember mendatang di Prapat. Garuda Indonesia akan menyemarakkan PDT dengan menggelar even bertajuk Garuda Indonesia Fun Bike 28 Desember mendatang.

Keikutsertaan Garuda Indonesia dalam mendukung PDT 2011 dipastikan saat pertemuan Panitia PDT 2011, yang diwakili Nurlisa Ginting (Sekretaris Umum), Dewi Juita Purba (Sekretariat) dan Aswin Ginting bersama General Manager Garuda Indonesia Cabang Medan, Muchwendy dan Widya Pramono (sales) di kantor Garuda Indonesia Cabang Medan Jalan Mongosidi, Jumat (25/11) lalu.

Menurut Nurlisa Ginting, penyelenggaraan PDT yang kian dekat ini perlu terus dimatangkan dengan berbagai konsep kegiatan yang telah direncanakan.  Begitu juga dengan dukungan dari berbagai stakeholders pariwisata yang selama ini telah menjadi mitra Pemprovsu dalam menggalakkan dunia pariwisata Sumut.

"Keterlibatan Garuda Indonesia dalam Pesta Danau Toba Indonesia dengan menggelar acara Garuda Indonesia Fun Bike tentu sangat baik sekali. Apalagi kegiatan ini nantinya dapat menambahkan serangkaian acara dan juga melibatkan peserta dari komunitas sepeda di Medan dan daerah lainnya," terangnya Senin (28/11).

(Harian Sumut Pos)


SUPPORT BY







Mengapa Garuda Tak Ikut Lion Air Pesan Boeing ?

Maskapai penerbangan swasta, Lion Air, beberapa waktu lalu memborong 201 pesawat Boeing 737 Maxz. Maskapai pelat merah, PT Garuda Indonesia Tbk, juga ditawari Boeing untuk membeli 737 Maxz, namun tidak diambil. Apa alasannya?

Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, menjelaskan, alasan Garuda Indonesia tidak mengambil tawaran Boeing karena perusahaan tidak bisa membeli pesawat yang bentuk nyatanya belum ada. Apalagi, status Garuda saat ini adalah perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Garuda itu perusahaan BUMN dan publik, sehingga saya susah mempertanggungjawabkan kepada pemegang saham," kata Emirsyah di Jakarta, Selasa 29 November 2011.

Emirsyah mengungkapkan, hingga saat ini, pesawat Boeing tipe 737 Maxz baru sebatas gambar. Kemungkinan, bentuk nyata dari pesawat komersial keluaran pabrikan Amerika Serikat itu baru akan terwujud pada 2017.

Ketika ditawari untuk membeli 737 Maxz, Emirsyah mengungkapkan, produsen Boeing menyatakan pesawat keluaran terbaru tersebut merupakan pengembangan dari Boeing 737 dengan tingkat efisiensi lebih besar. "Saat ditanya efisiensi seperti apa, masih belum tahu," katanya.

Jika dirinya menjadi dirut maskapai swasta, Emirsyah mengaku akan mengambil keputusan yang sama seperti ditempuh Lion Air. Alasannya, penawaran Boeing dianggap sangat menguntungkan serta dukungan publikasi yang besar-besaran.

"Kalau saya swasta, saya juga melakukan hal yang sama, karena harganya murah dan dari segi public relations, signing di depan kepala negara merupakan hal yang bagus bagi maskapai," ujar dia.


(VIVAnews)



SUPPORT BY




Followers