www.birotiket.com/?id=tiket2012 - Nikmati Layanan Tiket Pesawat Murah, Booking dan Cetak Sendiri Tiketnya

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Bergabung? silahkan klik disini

Rabu, 21 Desember 2011

Garuda Cabut Pelayanan Visa di Pesawat

Garuda Cabut Pelayanan Visa di Pesawat





Maskapai penerbangan Garuda Indonesia mencabut imigration on board (pelayanan visa di pesawat) pada rute penerbangan Amsterdam-Dubai-Jakarta mulai tanggal 23 Desember 2011. Padahal fasilitas ini telah menjadi merek dagang perusahaan Indonesia tersebut.
Garuda menyediakan fasilitas imigration on board supaya pelanggan tidak perlu mengantri terlalu lama di Cengkareng pada saat tiba di Jakarta, sekitar jam 8 pagi. Namun setelah mengevaluasi penerbangan Amsterdam-Dubai-Jakarta, pihak Garuda menyimpulkan antrian di imigrasi Cengkareng masih belum ada atau sedikit sekali.
Dengan demikian pihak Garuda merasa tidak tepat jika tetap menyediakan fasilitas itu untuk penerbangan dari Amsterdam.
Antrian panjang
Menurut Kepala Regional Garuda Amsterdam-Dubai
Kokoh Ritonga, kepada Radio Nederland Rabu (21/12/2011) Kepala Regional Garuda Amsterdam-Dubai mengatakan masih ada penerbangan internasional Garuda lainnya yang tiba di Jakarta pada saat jam sibuk, di mana kalau tidak memberikan fasilitas imigration on board, antrian akan panjang.
Alasan Garuda mencabut imigration on board antara lain masih terbatasnya tenaga kerja. Untuk bisa melaksanakan pelayanan tersebut harus ada petugas dari imigrasi sendiri dan alat-alat yang diperlukan.
"Jadi kita harus memilih mana yang lebih memerlukan. Akhirnya direksi kita memutuskan bahwa prioritas diberikan kepada penerbangan internasional yang tiba di Jakarta pada saat peak hour," kata Kokoh Ritonga.
Kepala regional Garuda Amsterdam-Dubai-Jakarta juga mengakui pengaruh dari langkah ini pasti ada. Tapi ia yakin pelanggan memilih terbang dengan Garuda bukan hanya semata-mata karena faktor imigration on board. "Dari survei yang kita laksanakan ada beberapa karakter produk yang menjadi faktor orang memilih Garuda, dan faktornya tidak hanya imigration on board."
Sebagai contoh, Kokoh Ritonga menyebut selain harga dan kualitas pelayanan, juga jadwal penerbangan yang menjadi faktor mengapa penumpang memilih naik Garuda. Maskapai penerbangan Indonesia tersebut hanya transit di Dubai paling lama satu jam. Jadi total penerbangan Amsterdam-Jakarta paling pendek dibandingkan maskapai-maskapai lain.
Salah satu dampak dicabutnya fasilitas imigration on board, menurut Kokoh Ritonga adalah penurunan minat terhadap produk Garuda untuk waktu tertentu. "Tapi dengan adanya kelebihan-kelebihan di bidang lain, kita harapkan akan kembali normal."
Sayang sekali
Sementara itu, Sie dari biro perjalanan Sie Tours and Travel di kota Amstelveen sangat menyayangkan keputusan Garuda ini.
"Menurut saya ini adalah suatu ekstra pelayanan untuk penumpang. Apalagi sekarang airline-airline lainnya sedang menurunkan harga. Saya sudah ngomong dengan penumpang-penumpang kami. Mereka merasa sangat sayang sekali."
Menurut Sie, cukup banyak orang Belanda, orang Indonesia berwarga negara Belanda atau orang Belanda keturunan Indonesia, yang naik Garuda ke Indonesia. Alasan utama mengapa mereka memilih Garuda adalah karena fasilitas imigration on board.
Sie mengkhawatirkan jumlah penumpang Belanda ke Indonesia pasti akan berkurang akibat pencabutan fasilitas ini. Nilai tambah Garuda kini tinggal harga dan pajak bandara yang masih termasuk murah jika dibandingkan maskapai penerbangan lainnya.
"Tapi kalau dibandingkan dengan Emirates misalnya, ya kalah Garuda," tutur Sie
Sumber : TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA


SUPPORT BY

Pesawat Tergelincir, Bandara Adisucipto Tutup Pagi Ini

Tergelincirnya pesawat Sriwijaya Airlines Selasa (20/12) sore membuat seluruh jadwal penerbangan di Bandara Internasional Adisucipto, Yogyakarta tutup hingga Rabu (21/12) pagi. Aktifitas penerbangan pun dialihkan ke Bandara Adisumarmo, Solo, Jawa Tengah.

Penutupan tersebut merupakan hasil rapat antara pihak otoritas bandara dengan sejumlah maskapai penerbangan. Keputusan ini diambil dengan alasan kurangnya personil dan untuk mengantisipasi kekecewaan calon penumpang.

Sementara itu, upaya evakuasi badan pesawat masih menunggu investigasi Komisi Nasional Keselamatan Transportasi Udara yang baru dapat dilaksanakan pagi hari. Namun, hingga saat ini sudah terlihat alat berat yang akan mengevakuasi badan pesawat.

Seperti diketahui, pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-230 keluar dari jalur landas pacu 09 sejauh 60 meter. Peristiwa terjadi sekitar pukul 17.13 WIB. Diduga peristiwa terjadi akibat landas pacu yang licin setelah diguyur hujan deras .

Padahal, sebelum mengalami musibah pesawat yang mengangkut 118 penumpang itu sempat tertunda pendaratannya. Hingga akhirnya pesawat dari Jakarta itu dialihkan ke Surabaya akibat jarak pandang yang hanya mencapai 500 meter di Bandara Adisucipto.

Musibah ini membuat sebagian besar penumpang Sriwijaya Air yang telah membeli tiket mengembalikannya ke loket bandara. (Agus Suci Iswahyudi/*)

 Sumber : Metrotvnews.com




SUPPORT BY

Followers