www.birotiket.com/?id=tiket2012 - Nikmati Layanan Tiket Pesawat Murah, Booking dan Cetak Sendiri Tiketnya

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Bergabung? silahkan klik disini

Kamis, 29 Maret 2012

Berubah Warna Kulit, Dua Perempuan Ini Dikucilkan


Apsani (kanan) warna kulitnya berubah total hanya tersisa di bawah matanya. Sedangkan kulit Maisudah (kiri) baru di bagian kaki, tangan dan bibirya yang berubah warna.

PAMEKASAN, Apsani (55) warga Dusun Lembana Timur, Desa Kaduara Barat, Kecamatan Larangan dan Maisudah (45) warga Desa Kertagena Laok, Kecamatan Kadur, Pamekasan, Jawa Timur, dikucilkan oleh warga lainnya akibat penyakit kulit yang dideritanya.

Seluruh kulit Apsani kini berubah menjadi putih dan warna kulit asli yang tersisa hanya di bagian wajah di bawah kedua matanya. Sementara perubahan yang dialami Maisudah baru tampak di bagian kaki. Tangan dan bibirnya yang sudah mengalami perubahan warna.

Apsani mengaku sudah menderita penyakit itu sudah 10 tahun, sedangkan Maisudah baru delapan bulan. Gejala penyakit yang dialami kedua perempuan itu awalnya sama, yakni demam tinggi, sekujur tubuh sakit dan kulitnya seperti ada bintik-bintik putih yang mau menetas.

"Waktu itu demam yang saya alami sampai tiga hari dan saya tidak bangun dari tempat tidur," cerita Apsani, saat ditemui di rumahnya, Sabtu (23/03/2012).

Setelah tiga hari, baru keluar bintik-bintik putih yang jumlahnya hanya bisa dihitung jari tangan disertai dengan rasa gatal yang berkepanjangan. Lama kelamaan, bintik-bintik putih itu terus menyebar menggerogoti warna kulit kedua perempuan yang tidak ada hubungan darah itu.

"Saya dibawa periksa ke dokter sama anak saya. Namun kata dokter waktu itu hanya infeksi kulit biasa," kata Apsani.

Obat yang diberi dokter tidak membawa perubahan berarti buat Apsani, sehingga ia memilih tidak berobat dan membiarkan penyakit itu terus menggerogoti seluruh tubuhnya hingga seluruh warna kulitnya berubah total selama 10 tahun.

Sedangkan Maisudah mengalami nasib lebih memilukan. Ia sama sekali tidak bisa berobat ke dokter karena sudah 3 tahun ditinggal suami yang menikah dengan perempuan lain.

"Tidak ada uang untuk berobat. Hidup saya hanya menjadi kuli tani yang dibayar Rp. 8.000, setengah hari. Saya ditinggal suami karena penyakit ini," katanya lirih.

Bagi kedua perempuan ini, penyakitnya itu sudah menjadi beban hidupnya. Sebab masyarakat enggan untuk berinteraksi langsung dengannya.

"Masyarakat merasa jijik jika berkumpul dengan saya. Sehingga ketika ada acara apa-apa, saya diasingkan dan tidak pernah diajak berkumpul," ungkap Maisudah.

Keduanya sadar jika masyarakat tidak menghendakinya. Sehingga keduanya memilih hanya berdiam di rumahnya. "Biarlah masyarakat yang tidak mau dengan saya tidak usah berkumpul. Sebab penyakit ini bukan kehendak saya," ujar Maisudah.

Namun, kedua perempuan ini masih memiliki harapan untuk sembuh dari penyakitnya. Terutama Maisudah yang kondisinya masih belum parah. "Setiap orang pasti ingin sembuh dari penyakit. Namun jika tidak punya biaya, harus ke mana saya mencarinya," terangnya.

(kompas.com)

Pentingnya Probiotik Semasa Kehamilan dan Menyusui


Ilustrasi melahirkan

JAKARTA,  Kehamilan dan menyusui adalah dua proses paling penting yang dapat menentukan kesehatan bayi. Hasil kajian ilmiah terbaru menunjukkan bahwa pemberian probiotik selama masa kehamilan dan menyusui dapat mempromosikan atau meningkatkan sistem kekebalan pada bayi.

"Alergi dan eksim adalah dua masalah kesehatan yang sering dialami oleh bayi baru lahir. Dengan probiotik, daya tahan tubuh akan meningkat dan mengurangi risiko berkembangnya penyakit tersebut," kata Erika Isolauri, MD, D. Med. Sci, pakar ilmu kesehatan bayi dari Universitas Turku, Finlandia dalam acara temu media, Selasa, (13/3/2012), di Jakarta..

Erika menerangkan, ketika seorang ibu mengonsumsi probiotik selama kehamilan dan menyusui, maka akan merangsang tubuh memproduksi immunoglobulin A (sistem komponen kekebalan yang membantu mempertahankan tubuh terhadap alergen) yang ditransfer ke bayi melalui darah atau ASI.

Hal ini berarti, ibu akan memberikan bayinya sistem kekebalan tubuh yang diperlukan untuk melawan risiko alergi dan eksim selama dua tahun pertama. Eksim adalah suatu kondisi kulit yang ditandai dengan gatal parah, sering dengan kemerahan dan pengelupasan.

"Manfaat lainnya, probiotik juga membantu menyehatkan keseimbangan mikrobiota usus sejak dini, sehingga dapat dijadikan cara untuk mengontrol kenaikan berat badan yang berlebihan," jelasnya.

Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang mirip dengan mikroorganisme menguntungkan yang ditemukan secara alami dalam usus manusia. Erika mengungkapkan, probiotik bisa didapatkan dalam bentuk produk makanan yang diperkaya dengan bakteri seperti Lactobacillus rhamnosus dan Bifidobacterium.

Melahirkan caesar, bayi kurang probiotik

Sementara itu Prof.DR.Dr.med Ali Baziad Sp.OG (K) dari Brawijaya Hospital mengatakan, populasi mikrobiota di dalam usus bayi sangat dipengaruhi oleh faktor genetik, cara persalinan, lingkungan saat kelahiran, dan pola atau kebiasaan pemberian makanan.

Menurut Ali, untuk ibu hamil yang memilih persalinan dengan cara caesar, bayi mereka akan cenderung memiliki sedikit kandungan probiotik di dalam tubuhnya. Di samping itu, berat badan yang berlebihan dan penggunaan antibiotik yang terlampau sering juga dapat menurunkan supplay bakteri baik dari ibu ke bayi.

"Kebanyakan ibu sekarang maunya lahir caesar. Padahal kalau lahir caesar bayi kurang mendapatkan probiotik. Akibatnya risiko bayi menderita asma, infeksi, dan alergi akan meningkat," ucapnya.

Ali menerangkan, pada bayi yang lahir dengan cara normal, bayi akan terpapar lebih banyak probiotik karena kontak dengan usus ibu berlangsung cukup lama. Selain itu, ketika bayi melewati vagina, ia juga akan terpapar kuman sehat yang ada di vagina ibunya.

"Oleh karena itu, jangan sering-sering cuci vagina, misalnya pake daun sirih dan atau bahan lainnya, karena kuman sehat bisa mati," terangnya.

Lebih lanjut Ali mengimbau agar para ibu menyusui tidak malas dalam memberikan ASI kepada bayi mereka karena ASI mengandung probiotik dan prebiotik (oligosakrida) alami yang sangat dibutuhkan oleh bayi. ASI kaya akan kandungan bioaktif, memberikan tidak hanya perlindungan pasif, namun juga secara aktif menstimulasi perkembangan sistem imun bayi.


Support by :

Cara Cepat Hamil




Followers