www.birotiket.com/?id=tiket2012 - Nikmati Layanan Tiket Pesawat Murah, Booking dan Cetak Sendiri Tiketnya

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Bergabung? silahkan klik disini

Jumat, 09 Maret 2012

Tempat Tidur Paling Mahal di Dunia



Stuart Hughes, seorang desainer asal Inggris, bekerja sama dengan Hebanon dari Interiors Fratelli Basile untuk Nocera Superiore membuat tempat tidur yang paling eksklusif di dunia: Mahakarya Baldacchino, dengan harga £ 4 juta atau sekitar 6.300.000 dolar Amerika.


Tempat tidur ini adalah buatan tangan dari 107 kg emas 24 karat yang solid dan juga fitur aplikasi berupa hiasan kecil yang menyerupai daun emas. Menurut perancangnya, kemewahan tempat tidur ini adalah lengkungan dari kayu dengan kualitas terbaik.

Tapi itu belum semuanya. Bahan kainnya, semuanya adalah sutra Italia terbaik, dan kepala tempat tidur dapat dipasangkan dengan berlian atau batu berharga lainnya.

Stuart mengatakan tempat tidur sangat eksklusif dan hanya dua buah yang dibuat.

"Saya tidak pernah bekerja pada hal seperti tempat tidur itu. Ini adalah sesuatu benda yang hanya dinikmati oleh miliuner super kaya. Tempat tidur yang menakjubkan, "kata Stuart 39 tahun, yang telah menjual salah satu tempat tidur tersebut untuk seorang pebisnis Italia.

Mahakarya Baldacchino mencuri perhatian sebagai mahkota tidur dunia yang paling mahal dan melampaui tempat tidur Parnian Furniture senilai $ 210.000.
 

Doyan Buah dan Sayur Bikin Kulit Mulus

shutterstock
ilustrasi
Sebuah riset terbaru mengindikasikan, diet tinggi sayur dan buah-buahan merupakan cara terbaik dan alami untuk membuat kulit terlihat lebih menarik. Bahkan dalam riset terbarunya, para peneliti dari Skotlandia menemukan, diet tinggi buah dan sayuran akan memberikan perubahan warna kulit menjadi kemerahan dan kekuningan pada orang kulit putih.

Peneliti beranggapan, buah dan sayur sebagai makanan yang kaya antioksidan dan sarat dengan pigmen nabati, yang dapat mempengaruhi warna kulit. Temuan ini dipublikasikan dalam journal online PLoS ONE.

Dalam risetnya, peneliti mengumpulkan data dari 35 mahasiswa di University of St Andrews, Skotlandia. Usia mereka rata-rata adalah 21 tahun. Peserta studi diminta untuk mengisi kuisioner frekuensi makanan yang menjelaskan seberapa sering mereka makan makanan tertentu selama tiga sesi penelitian selama enam minggu. 

Hasil kuesioner menunjukkan bahwa, rata-rata para siswa makan 3,5 porsi buah dan sayuran sehari.

Para ilmuwan juga mengukur warna kulit setiap peserta di tujuh lokasi tubuh, termasuk bagian pipi, dahi, bahu, dan lengan atas, pada awal penelitian, serta di minggu ke tiga dan minggu ke enam.

Hasil temuan menunjukkan, tidak butuh waktu yang lama dan tidak butuh peningkatan besar dalam makanan untuk memperbaiki penampilan kulit. Setelah enam minggu, para ilmuwan melihat adanya peningkatan yang nyata dalam warna kulit di mana lebih kemerahan dan kekuningan pada orang yang meningkatkan asupan buah dan sayuran.

"Perubahan warna kulit ada hubungannya dengan apa yang Anda makan selama periode waktu yang relatif singkat dan itu dicapai melalui perubahan pola makan yang relatif sederhana," kata peneliti.

Peneliti berpendapat senyawa seperti karotenoid - pigmen yang memberikan warna merah, kuning, dan oranye pada buah-buahan dan sayuran - adalah agen utama yang memainkan peran penting dalam memberikan warna pada kulit. Makanan seperti wortel, ubi, labu, dan aprikot sangat kaya akan beta-karoten, seperti juga beberapa sayuran hijau tua, termasuk bayam dan kangkung. Sementara itu jenis karotenoid lain seperti likopen, banyak ditemukan pada tomat dan produk jeruk.

Para ilmuwan menambahkan bahwa mereka tidak tahu apakah temuan ini akan memberikan manfaat yang sama pada orang dengan pigmentasi kulit yang berbeda, atau apakah orang dewasa yang lebih tua akan mengalami perubahan yang sama dalam warna kulit dengan orang dewasa muda.

Sumber : WebM
D

Followers