www.birotiket.com/?id=tiket2012 - Nikmati Layanan Tiket Pesawat Murah, Booking dan Cetak Sendiri Tiketnya

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Bergabung? silahkan klik disini

Selasa, 11 Maret 2014

Pilot Malaysia Airlines Diklaim Rokok Bersama Penumpang Cewek di Kokpit

Jonti Roos (kedua dari kanan) mengklaim bahwa dia dan temannya Jaan Maree (kedua dari kiri) pernah diajak ke kokpit oleh Fariq Abdul Hamid, 27 tahun (kanan), yang merupakan salah satu dari pilot pesawat Malaysia Airlines yang hilang Sabtu lalu. Pilot lain dalam foto itu tidak disebutkan namanya.

Seorang perempuan muda mengaku bahwa dia pernah menghabiskan seluruh waktu dalam sebuah penerbangannya pada 2011 di kokpit pesawat Malaysia Airlines. Saat itu ia dan seorang temannya dijamu oleh salah seorang pilot yang menerbangkan pesawat Malaysia Airlines MH 370 yang hilang Sabtu lalu. Dalam penerbangan itu, pilot menerbangkan pesawat sambil merokok.

Perempuan bernama Jonty Roos itu, yang saat ini tinggal di Melbourne, Australia, mengatakan dia dan temannya, Jaan Maree, tengah menunggu untuk naik ke pesawat dari Phuket ke Kuala Lumpur tiga tahun lalu itu ketika dua orang pilot menarik mereka keluar dari antrean dan mengajak naik di kokpit. Kedua gadis itu, yang baru saja selesai melakukan perjalan selama dua minggu di Thailand, menghabiskan seluruh penerbangan termasuk saat lepas landas dan pendaratan di kokpit bersama dua pilot itu. Keberadaan mereka di kokpit tentu saja melanggar aturan penerbangan sipil.

Menurut Roos, salah satu pilot itu adalah Fariq Abdul Hamid (27 tahun) yang menjadi co-pilot di penerbangan MH370 yang hilang itu. "Sepanjang penerbangan itu mereka berbicara dengan kami, mereka merokok sepanjang seluruh penerbangan, yang saya kira tidak diizinkan dan mereka mengambil foto kami di kokpit ketika mereka sedang menerbangkan pesawat," katanya kepada A Current Affair seperti dikutip Mail Online, Selasa (11/3/2014).

Gadis itu juga mengklaim bahwa dalam sebagian besar perjalanan, co-pilot itu bahkan tidak menghadap ke bagian depan pesawat.

Hamid merupakan salah satu dari 239 orang di pesawat yang hilang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing pada Sabtu lalu. Roos mengatakan, dia terkejut saat melihat bahwa Hamid adalah salah satu dari mereka yang hilang. "Ketika saya mengetahui bahwa itu adalah co-pilot yang sama ... dan bahwa saya pernah bertemu dengannya dan pernah berada di kokpit bersamanya dan punya foto dengan dia, hal itu cukup mengejutkan."

Roos mengatakan, dia mengungkapkan hal itu karena 'Sepertinya semua orang benar-benar tidak tahu apa yang telah terjadi dan tidak ada orang yang punya informasi apapun."

Roos mengaku, dia tidak ingin menyatakan bahwa Hamid tidak kompeten dan telah menyebabkan kecelakaan pada pesawat itu. "Mereka sangat ramah, tetapi saya merasa mereka sangat kompeten dalam apa yang mereka lakukan," katanya. "Saya tidak mengatakan bahwa saya berpikir co-pilot itu sama sekali salah."



Dalam foto ini, Jonty Roos dan temannya Jaan Maree berpose dengan pilot lain di pesawat itu dimana mereka berteman dengan Fariq Abdul Hamid, co-pilot penerbangan MH370 yang hilang.

Roos menambahkan, walau kedua pilot itu 'mungkin sedikit agak tidak bermoral" dan mengundang kedua gadis itu tinggal bersama mereka di Kuala Lumpur, dia tidak pernah merasa terancam oleh mereka atau merasa tidak nyaman dan bahwa dia sangat sedih dengan keluarga Hamid dan teman-temannya.

"Ketika saya melihat semua teman-teman dan keluarganya mem-posting sesuatu di dinding Facebook-nya, hati saya benar-benar sedih dan hati saya juga sedih untuk keluarga para penumpang. Itu sebuah kisah yang benar-benar menyedihkan."

Sumber: kompas.com

Senin, 10 Maret 2014

Celebes Air Buka Enam Rute Penerbangan Perintis

celebes

Celebes Air resmi membuka enam rute penerbangan perintis di wilayah Sulsel dan Sulbar.

“Untuk tahap perdana disiapkan dua pesawat masig-masing untuk layanan kargo dan penumpang dengan kapasitas angkut sekitar 1,2 ton,” kata Managing Director PT Ersa Eastern Aviation (EEA), pengelola penerbangan Celebes Air, Pieter LD Wattimena (Air Vice Marshall) di Makassar.

Penerbangan perintis perdana Celebes Air akan melayani rute Makassar-Mamasa-Mamuju-Luwu-Bone-Selayar.

Pieter mengatakan, kedua pesawat itu sebelumnya telah beroperasi di wilayah Papua sejak tiga tahun silam. Namun karena alasan wilayah Sulsel dan Sulbar juga membutuhkan transportasi udara untuk mempercepat akivitas, maka dipertimbangkan untuk dialihkan ke Makassar.

Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Masykur Sultan mengatakan, sebelumnya Celebes Air pernah hadir di daerah ini sebegai bentuk kerja sama antara pihak Pemprov Sulsel dengan maskapai Ekspres Air. Namun disayangkan hanya beroperasi kurang lebih setahun.

“Berangkat dari semangat untuk memajukan daerah ini, sekaligus memotivasi masyarakat Sulsel, maka Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo meminta anak perusahaan Bosowa Corporate ini untuk menghidupkan kembali penerbangan perintis,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut Direksi Bosowa Corporation Munafri Arifuddin mengatakan, dalam waktu dekat akan menambah dua pesawat lagi untuk mendukung dua pesawat perintis yang sudah ada. Karena itu, dia optimistis rute-rute yang akan menjadi destinasi tujuan pesawat berkapasitas delapan “seat” itu dapat terjual seatnya setiap hari.

“Yang jelas, untuk pengoperasioan pesawat itu satu kali trip sekitar 1.800 dolar Amerika Serikat dan keisitimewaan pesawat ini karena tidak membutuhkan landasan pacu yang panjang, sehingga dapat memanfaatkan lapangan udara di tingkat kabupaten/kota yang sudah ada,” ujar Pieter.

Sumber: republika.co.id

Followers