www.birotiket.com/?id=tiket2012 - Nikmati Layanan Tiket Pesawat Murah, Booking dan Cetak Sendiri Tiketnya

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Bergabung? silahkan klik disini

Senin, 03 Maret 2014

Lebih Mudah Orgasme, Suami Perlu Melayani


Ilustrasi

Kepuasan seksual menjadi salah satu ukuran kebahagiaan pasangan suami istri (pasutri). Namun, banyak pasangan minim pengetahuan tentang seks. Umumnya, pasutri hanya memandang seks sekadar kebutuhan lelaki yang harus dipenuhi istri. Padahal semestinya suami yang perlu bertindak sebagai pelayan dalam hubungan seksual.

Menurut spesialis andrologi, Wimpie Pangkahila, banyak akibat yang ditimbulkan dari minimnya pengetahuan dan kurangnya keterbukaan seputar hubungan seksual ini. Pasutri, atau salah satunya, tidak merasa bahagia dan terpuaskan, terutama wanita yang lebih sulit mengalami orgasme dibandingkan pria. Dampaknya bukan sekadar persoalan kehidupan seks, tetapi juga kepada kualitas hubungan dan kehidupan rumah tangga.

Wimpie, yang juga Ketua Asosiasi Seksologi Indonesia menjelaskan, kesulitan wanita untuk orgasme disebabkan berbagai hal. Namun, yang lebih penting untuk diketahui adalah pasutri memahami bahwa wanita bukan pelayan seks. Artinya, seks dalam hubungan suami-istri bukan sekadar pemenuhan kebutuhan biologis pria tanpa memerhatikan kebutuhan wanitanya.

"Bila perlu, pria yang dijadikan pelayan karena lebih sulit membuat wanita orgasme. Pria lebih mudah orgasme karena bentuk penis menonjol dan mudah terangsang, sedangkan kelamin wanita sulit dicapai. Karena itu, posisi dalam hubungan seks bagi wanita penting," ungkapnya, di Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurut Wimpie, pria perlu menemukan bagian peka rangsangan pada perempuan. Selain mengatur posisi yang mampu memberikan rangsangan dan kepuasan seksual perempuan, kekerasan ereksi pada pria juga turut memengaruhi kepuasan seksual perempuan.

"Wanita bisa multiple orgasme asal pria bisa mengatur ereksi dan tidak cepat ejakulasi," tambahnya.

Selain rangsangan, posisi, dan ereksi, hubungan seks pasutri juga bergantung pada emosi yang terbangun. Komunikasi yang terbuka menjadi kuncinya. Edukasi seks menjadi solusi paling dini. Pasutri perlu lebih terbuka memahami berbagai masalah seputar seksual.

Pola pikir juga memengaruhi karena dengan pemahaman seks yang baik, pria tak sekadar minta dilayani (secara seksual) dari istrinya, namun juga memberikan kebahagiaan kepada istri, dengan lebih terbuka mengenal kebutuhan seksual wanita.

Sumber: kompas.com

Sulit Orgasme Hambat Kehamilan Anak Laki-laki


Wanita harus orgasme lebih dulu jika ingin hamil anak laki-laki.

Kesulitan orgasme pada wanita diyakini sebagai penyebab terhambatnya kehamilan dengan jenis kelamin laki-laki.

Spesialis andrologi, Wimpie Pangkahila, menjelaskan kalau ingin anak laki-laki, maka ketika melakukan hubungan seksual pada saat subur, wanita harus orgasme lebih dulu. Tetapi ada faktor penting lain yang juga menentukan jenis kelamin bayi, yaitu perbandingan antara sel spermatazoa X dan Y pada pihak pria.

Hambatan mencapai orgasme pada wanita dipengaruhi berbagai faktor. Wimpie mengatakan belum tentu penyebabnya berasal dari dalam diri wanita. Mungkin saja penyebabnya karena fungsi seksual suami tidak optimal. Katakanlah suami mengalami ejakulasi dini atau fungsi ereksinya tidak optimal.

Mungkin juga karena posisi hubungan seksual tidak efektif, sehingga istri tidak cukup menerima rangsangan seksual selama melakukan hubungan seksual. Karena itu keadaan ini harus diatasi sesuai penyebabnya.

Faktor lainnya infeksi sehingga mengakibatkan rasa sakit setiap kali melakukan hubungan seksual, yang membuat wanita sulit mencapai orgasme.

Followers