www.birotiket.com/?id=tiket2012 - Nikmati Layanan Tiket Pesawat Murah, Booking dan Cetak Sendiri Tiketnya

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Bergabung? silahkan klik disini

Senin, 18 November 2013

Hindari Makanan Ini Agar Tidur Lebih Baik

www.birotiket.web.id
Kafein juga punya manfaat kesehatan bagi tubuh.

Sulit tidur di malam hari tak hanya dikarenakan padatnya kegiatan atau kondisi yang terus gelisah. Pola makan ternyata juga mempengaruhi susahnya tidur saat malam hari.

Untuk menjaga kualitas tidur, sebaiknya hindari 5 asupan berikut yang bisa mengganggu saat tubuh beristirahat. Menurut pakar diet dan penulis Eat Well and Be Fabulous, Shelly Redmond, R.D., berikut asupan yang dimaksud

1. Kafein

Kebanyakan orang sudah mengetahui dampak buruk kafein, yang menyebabkan mata tak bisa menutup walau jam tidur telah tiba. Sayangnya masyarakat hanya mengetahui kopi dan soda sebagai sumber kafein, dan tak menyadari lainnya.

Kafein juga terdapat dalam teh maupun obat yang dijual bebas. Bila seseorang sensitif terhadap kafein, sebaiknya pilih kopi non-kafein dan pastikan selalu mengecek obat yang dikonsumsi  8 jam sebelum tidur.

2. Alkohol

Sebagian besar orang menyangka, alkohol akan membantu rileks hingga kemudian bisa tertidur. Namun, menurut Redmond, riset membuktikan alkohol menyebabkan seseorang kerap terbangun di malam hari .

Alkohol juga menyebab frekuensi tidur REM berkurang. Padahal tanpa tidur REM mata tidak akan menutup. Untuk mencegah kondisi ini sebaiknya batasi konsumsi alkohol hanya satu gelas, dengan jarak 1-2 jam sebelum tidur. Sehingga, kualitas tidur tetap terjaga.

3. Air

Air memang baik untuk mengurangi berat badan dan menjaga kesehatan tubuh. Namun air punya efek samping, yaitu menyebabkan terbangun di malam hari untuk buang air kecil. Kondisi ini mengganggu siklus tidur, terutama bila sudah memasuki tahap rapid Eye Movement (REM).

Untuk mencegah kondisi ini sebaiknya berhenti minum 60-90 menit sebelum tidur. Selain itu pastikan untuk tetap di tempat tidur selama jam tidur.

4. Makanan yang disimpan terlalu lama dan fermentasi

Makanan yang disimpan terlalu lama dan hasil fermentasi mengandung tyramin, yaitu asam amino yang merangsang kerja otak terus bekerja sepanjang malam. Ikan asap, daging olahan, dan keju yang disimpan terlalu lama mengandung tyramin.

Untuk mencegah sulit tidur sebaiknya hindari makanan tersebut. Bila ingin ngemil keju sebelum tidur, lebih baik pilih yang segar misalnya mozzarella.

5. Produk pangan berbahan tomat

Segala sesuatu yang mengandung banyak asam akan menimbulkan rasa terbakar dan tidak nyaman sepanjang malam. Contoh hidangan dengan tingkat asam tinggi adalah, makanan pedas dan berbahan tomat. Redmond menyarankan untuk menghindari makanan dengan asam tinggi, sedikitnya 3 jam sebelum tidur.

Minggu, 17 November 2013

Benarkah Anak yang Dibesarkan Orangtua Lengkap Lebih Cerdas?

Ilustrasi

Sebuah penelitian mengindikasikan, peran ayah dan ibu dalam pengasuhan memberi pengaruh besar terhadap proses tumbuh kembang anak.  Anak yang dibesarkan oleh kedua orangtuanya berpotensi menjadi pribadi yang cerdas, bahkan lebih pintar dibandingkan anak yang hanya diasuh oleh single parent. Stimulasi lengkap dari kedua orang tua memungkinkan anak mampu mengembangkan sel otak lebih banyak.

Ini merupakan hasil kajian para ilmuwan dari Hotchkiss Brain Institute (HBI), Calgary University, Kanada.  Dalam risetnya, peneliti menggunakan hewan tikus yang diasuh satu dan dua orangtua. Selama penelitian, tim peneliti memantau perkembangan sel otak lahir sampai tua. Hasilnya, sel otak terbanyak diperoleh pada tikus yang diasuh oleh dua orangtua dibandingkan yang hanya satu.

"Semasa bayi, mereka menerima lebih banyak perhatian dan perawatan. Rasa sayang dan peduli ini yang berperan pada perkembangan otaknya," kata Direktur HBI, Dr. Samuel Weiss.

Peneliti berasumsi, bayi dengan orangtua lengkap lebih sedikit memiliki kemungkinan mengalami trauma. Sehingga, bayi yang diasuh orangtua lengkap berkesempatan tumbuh baik di lingkungan yang optimal.

Banyaknya sel otak, menurut peneliti, disebabkan bayi tikus memperoleh perhatian dan kestabilan dalam hidupnya. Sehingga, pada tahun pertama bayi tikus tidak perlu menderita tekanan emosional karena minimnya perhatian yang diperoleh.

Rangsang ini berefek baik pada perkembangan otak. Pada tikus jantan, sel-sel pada daerah area kelabu (grey matter) lebih banyak berkembang, sedangkan pada tikus betina sel-sel pada area putih (white matter) mendapat porsi lebih. Efeknya tikus jantan memiliki ingatan dan fungsi belajar yang lebih baik. Sedangkan tikus betina memiliki koordinasi motorik dan kemampuan sosial lebih baik.

Sekalipun dilakukan pada tikus, peneliti mengaku yakin hasil penelitian berlaku sama pada manusia. Hal ini dikarenakan kondisi lingkungan dan pola asuh disesuaikan mirip dunia manusia.  Peneliti juga yakin fase tahun pertama kehidupan tikus dan manusia tidak jauh berbeda.



Followers