www.birotiket.com/?id=tiket2012 - Nikmati Layanan Tiket Pesawat Murah, Booking dan Cetak Sendiri Tiketnya

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Bergabung? silahkan klik disini

Minggu, 09 Juni 2013

10 Alasan Yang Sering Digunakan Untuk Menunda Hubungan Seks

 

 

Saat sudah menikah, hubungan seks adalah salah satu mesiu yang siap memberikan Anda sensasi ledakan yang menggairahkan. Sudah bukan rahasia bahwa seks bisa menjadi salah satu hal yang mempertahankan romantisme.

Namun, tidak setiap saat hubungan seks bisa menjadi hal yang menggairahkan. Ada kalanya kita tidak sedang dalam mood untuk melakukannya.

Mau bagaimana lagi? Memaksakan hubungan seks tak akan membuat keduanya bahagia. Bukan hal yang buruk sebenarnya untuk menunda keintiman tersebut. Dan ketika itu terjadi, ini nih alasan yang sering digunakan untuk menunda hubungan cinta.


Alasan Jengkel dan Sakit




1. Aku Sedang Jengkel Padamu


Yah, siapa yang bisa berhubungan seks dalam keadaan bertengkar? Dalam kondisi seperti ini, mood pun tak akan mudah terbangun di antara Anda. Bukannya nikmat malah menderita. Alasan bagus untuk tidak melakukan hubungan seks.


2. Aku Agak Nggak Sehat


Alasan sakit kepala, sakit perut dan sejenisnya bisa menjadi salah satu alasan untuk lolos dari ajakan berhubungan seks. Ya, tentu saja karena untuk berhubungan intim, Anda membutuhkan tubuh yang fit. Buat apa berhubungan kalau tidak maksimal?


Anak-Anak dan Kelelahan Kerja



 

3. Anak-Anak Masih Bangun


Khusus bagi yang sudah punya anak nih, ketika mood sedang tidak bagus, maka anak-anak menjadi alasannya. Tidak nyaman juga kan bercinta di kegaduhan? Sebaiknya tidak melakukan hubungan seks dalam kondisi terdesak agar rasanya lebih maksimal.


4. Aduh, Punggungku Sakit Hari Ini


Cara lain untuk berkilah dari hubungan seks adalah dengan mengatakan bahwa punggung Anda sakit. Entah kelelahan atau sempat salah gerak. Bisa saja kan hari ini pekerjaan rumah atau kantor terlalu melelahkan bagi Anda?


Kekenyangan dan Tak Merasa Seksi



5. Aku Makan Kebanyakan dan Kekenyangan.


Kekenyangan, kembung dan tidak nyaman adalah masalah yang cukup mengganggu. Mood untuk melakukan hubungan cinta pun akan berkurang. Hal seperti ini bisa jadi alasan yang jitu untuk tidak berhubungan intim dengan pasangan.


6. Aku Sedang Tidak Merasa Seksi


Mungkin, inilah salah satu alasan yang lebih terlihat jujur. Biasanya orang yang mengatakan hal ini memang sedang tidak mood untuk melakukan hubungan seks dan tidak yakin dengan dirinya sendiri.


Kontrasepsi dan Menstruasi



  

7. Sepertinya Aku Lupa Pakai.


Maksudnya adalah lupa minum obat atau menggunakan alat pengontrol kehamilan. Bila suami Anda sadar akan resikonya, biasanya dia akan mengurungkan niat untuk berhubungan intim.


8. Aku Lagi Dapet


Ya, meski berhubungan seks saat sedang berada dalam masa menstruasi itu memungkinkan, namun resiko mematikan juga mengincar Anda. Alasan ini bisa jadi alasan yang bagus untuk berkelit dari ajakannya bercinta.


Sudah Ngantuk dan Baru Saja Keramas



 

9. Sayang, Aku Ngantuk


Mood jadi berantakan kalau pasangan sudah ngantuk. Alasan ini tidak bisa digunakan terus-terusan, karena sebenarnya bisa membuat pasangan balik kehilangan mood. Tapi bila digunakan sesekali, alasan ini bisa menyelamatkan.


10. Mencuci Rambut


Ternyata, mencuci rambutpun menjadi salah satu alasan yang digunakan untuk menolak hubungan intim. Setelah berhubungan intim biasanya wanita akan mandi dari ujung rambut dan hingga ujung kaki. Dengan alasan baru saja mencuci rambut, Anda bisa menolak untuk berhubungan intim.


Sumber: Vemale.com

5 Ciri Hubungan Cinta Yang Mengalami Pendewasaan



Tidak semua kisah cinta yang bertahan hingga usia tua itu memiliki kualitas hubungan yang sehat dan mengalami pendewasaan. Tak semua kisah cinta yang masih berusia 5 atau 10 tahun adalah hubungan cinta yang masih labil.
Pendewasaan hubungan cinta memang tidak sepenuhnya berkaitan dengan usia. Apalah artinya hubungan yang bertahan lama pabila tak ada komitmen di antara Anda berdua untuk saling menjaga?
Semua orang ingin menjadi semakin bijak di masa tua, bersama pasangan, bersama keluarga. Namun semua itu tentu mengarungi waktu dan proses, sehingga terbentuklah karakter-karakter terpuji seperti berikut ini.
Secara Intens Bekerja Sama Dalam Pernikahan
Amy Morin, penulis buku The Truth about Falling Out Of Love, mengatakan bahwa mereka yang memiliki hubungan cinta yang dewasa, tak pernah membiarkan dirinya menjadi pasif dalam hubungan cinta. Saling bahu membahu dalam menjalankan pernikahan tersebut adalah hidup sebenarnya setiap hari.

Menjalani hubungan dari level satu ke level yang lebih tinggi tidaklah mudah, karena kadang Anda harus melawan diri Anda sendiri dan berkorban. Namun pengorbanan ini tidaklah sia-sia karena merupakan bentuk dedikasi, komitmen dan kerja keras dalam pernikahan.

Selalu Mengungkapkan Bahasa Cinta

Semua orang tahu bahwa pasti akan ada (banyak) hari di mana pernikahan tak berjalan mulus dan mengalami naik turun. Dr. Johnny C. Parker, Jr. mengatakan bahwa, setiap kali pasangan membahasakan cinta pada pasangannya, maka hubungan tersebut akan terasa seperti pertama kali jatuh cinta dan memberikan energi.


Bahasa cinta dalam bentuk sentuhan, keintiman, verbal maupun fisik, akan mengobati kondisi kehidupan Anda yang sedang dilanda badai dengan pasangan. Dengan cinta yang Anda miliki bersamanya, apapun bisa diarungi.

Memiliki Goal



Kekuatan dari menentukan tujuan tertentu dalam pernikahan adalah membuat kita lebih termotivasi dan menguatkan hubungan antara Anda dan dia (bahkan dengan anak-anak Anda kelak) untuk bisa meraihnya. Sekaligus, mengikat kuat ikatan pernikahan Anda dari waktu ke waktu.

Tahu Bagaimana Mencintai Satu Sama


LainWaktu akan membawa Anda lebih bijak dan peka dalam menghadapi pasangan Anda. Saat ia marah, bukan malah kesal atau membencinya, mungkin Anda memahami bahwa saat itu ia ingin dipahami dan sebenarnya juga sedang memikirkan Anda.



Pahamilah bahasa cinta pasangan Anda. Mungkin dia tidak romantis lewat bebungaan dan kata-kata manis. Namun ia punya caranya sendiri untuk menunjukkan cintanya pada Anda, dan begitupula sebaliknya. Inilah romantisme yang mengalami pendewasaan.

Mereka Tahu Bagaimana Menghadapi Masalah.. Bersama

Ada banyak masalah dalam keluarga. Kepercayaan, perbedaan, keuangan dan sebagainya. Dalam pernikahan, pasangan yang telah mengalami proses pendewasaan umumnya tahu bagaimana mengatasi masalah secara bersama-sama.

Masalah Anda adalah masalahnya juga, dan begitupula sebaliknya. Genggam tangannya, tatap matanya dan katakan bahwa Anda selalu ada bersamanya untuk menghadapi semuanya.
Sumber: Vemale.com

Followers