www.birotiket.com/?id=tiket2012 - Nikmati Layanan Tiket Pesawat Murah, Booking dan Cetak Sendiri Tiketnya

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Bergabung? silahkan klik disini

Minggu, 25 Desember 2011

Pilot Sriwijaya Air Dilarang Terbang

Pilot bersama awak pesawat diberi psikoterapi.

Maskapai penerbangan Sriwijaya Air melarang pilot Tanto Indarto menerbangkan pesawat sementara waktu, menyusul insiden tergelincirnya pesawat Sriwijaya Air di Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Selasa 20 Desember 2011.








"Pilot kami grounded agar sewaktu-waktu dibutuhkan KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) untuk dimintai keterangan dapat segera memberikan keterangan yang dibutuhkan," kata Direktur Safety Sriwijaya Air, Toto Subandoro di Yogyakarta, Kamis, 22 Desember 2011.

Selain itu, dia menambahkan, pilot Tanto juga bisa memulihkan kondisi psikologisnya pasca kejadian dengan terapi. Tak hanya pilot, awak pesawat jurusan 234 dari Surabaya tujuan Yogyakarta juga akan mendapat psikoterapi.  

Saat ini, KNKT tengah menyelidiki penyebab tergelincirnya pesawat dengan memeriksa sejumlah barang bukti. Salah satu tim investigasi KNKT, Chaerudin, mengatakan pihaknya akan membawa kotak hitam (black box) pesawat ke Jakarta untuk diteliti.

"Sejak 2009, Indonesia sudah bisa untuk membuka dan meneliti black box, sehingga tidak perlu dikirim ke luar negeri," katanya.

Selain itu, KNKT meneliti lokasi pesawat yang tergelincir, kondisi landasan, dan beberapa bagian pesawat. Namun, KNKT belum bisa memberi kesimpulan mengenai penyebab kecelakaan dan masih menunggu hasil investigasi. "Investigasi belum semuanya dan masih dalam proses, termasuk data dari awak pesawat," ujarnya.

Hingga Kamis, 22 Desember 2011, pesawat Sriwijaya Air yang tergelincir masih berada di lokasi kecelakaan, yaitu di areal persawahan sebelah timur Bandara Adisutjipto, Yogyakarta dan masih menunggu proses evakuasi. Badan pesawat tampak sudah dicat putih, sehingga logo Sriwijaya Air tertutupi cat. 

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto, Agus Adrianto, menambahkan, pesawat akan dipindahkan ke taxiway yang baru selesai dibangun, sehingga tidak mengganggu lalu lintas bandara.


Sumber :  VIVAnews 

2012, Era Mobil Terbang Dimulai

Mobil seharga Rp2,4 miliar ini sudah dipesan oleh 100 orang.


Mobil terbang "Transition" (Spacedaily)

Tahun depan bakal menjadi awal dimulainya teknologi mobil terbang. Produsen otomotif asal Amerika Serikat, Terrafugia, menyatakan siap untuk memasarkan mobil terbang yang mereka beri nama "Transition" ke seluruh dunia.

Dilaporkan Spacedaily, Kamis 22 Desember 2011, mobil yang dirancang untuk dua penumpang ini digadang-gadang menjadi mobil terbang komersial pertama di dunia. Setelah Amerika Serikat, mobil terbang ini rencananya akan dipasarkan di Eropa, India, Brazil, dan China.

"Jika tidak ada hambatan, kami akan meluncurkannya pertama kali di AS dan menyebar ke Eropa," kata salah satu pendiri Terrafugia, Car Dietrich.

Hebatnya, meski belum resmi dipasarkan, Transition sudah dipesan oleh 100 orang dengan harga per unit US$ 279.000 atau sekitar Rp2,4 miliar.
 
Transition dilengkapi baling-baling di bagian belakang dan sayap di kedua sisi badan mobil. Desainnya yang ramping membuat mobil ini tetap bisa masuk ke garasi rumah.

Untuk mengubah modanya dari mobil menjadi pesawat ringan, hanya membutuhkan waktu sekitar 30 detik saja. Tenaga pendorong berasal dari mesin bensin biasa yang bisa diisi di SPBU biasa. Transition memiliki kecepatan maksimal hingga 185 km/jam, dengan konsumsi BBM 18,9 km/liter. 

Terrafugia yang dalam bahasa latin berarti "kabur dari daratan" itu sudah melakukan tes terbang perdana Transition pada Maret 2009. Terrafugia telah mendapatkan izin dari National Highway Traffic Safety Administration agar mobilnya bisa terbang di udara dari jalanan Amerika pada bulan Juli 2011. (kd)


Sumber : • VIVAnews 


Followers