www.birotiket.com/?id=tiket2012 - Nikmati Layanan Tiket Pesawat Murah, Booking dan Cetak Sendiri Tiketnya

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Bergabung? silahkan klik disini

Minggu, 25 Desember 2011

1.000 Penumpang Batal Terbang







Tergelincirnya pesawat Sriwijaya Air boing 737-300, Selasa, 20 Desember 2011, menyebabkan lebih dari 1000 orang calon penumpang pesawat di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta batal terbang. Bandara itu ditutup total malam tadi hingga pagi ini.


Seperti yang dituturkan Ike Oktaviari, salah satu penumpang Lion Air tujuan Jakarta,  seharusnya pesawat yang ditumpangi terbang pukul 17.45, namun batal lantaran bandara ditutup.

Padahal Ike sudah memasukkan barang bawaannya ke bagian bagasi. "Tetapi, hingga pukul 22.00 WIB masih antre untuk pengambilan barang," katanya.

Hal serupa dialami oleh Brigita Dona, calon penumpang Sriwijaya tujuan Balikpapan. Ia sejak pukul 13.00 WIB siang sudah menunggu keberangkatan di bandara. 

"Saya di sini sejak jam 13.00 siang, jadwal penerbangan saya jam 14.00 WIB. Tapi penerbangannya dialihkan jam 10.00 pagi ini," katanya.

Ia mengaku, sudah difasilitasi penginapan di hotel oleh maskapai penerbangan.

Agus Tugiarto, Manager Operasi PT Angkasa Pura I Bandara Adi Sucipto mengatakan, akibat penutupan bandara malam tadi, ada empat pesawat yaitu Garuda, Lion Air, Air Asia dan Sriwijaya tidak bisa terbang. Hal itu mengakibatkan lebih dari 1.000 calon penumpang tidak jadi terbang.

"Pagi kami pastikan bandara bisa dibuka kembali. Keberadaan badan pesawat Sriwijaya di ujung jauh landasan pacu tidak mengganggu," kata Agus.

Pesawat Sriwijaya Air dari Surabaya menuju Yogyakarta tergelincir saat mendarat. Dua roda pesawat yang mengangkut 131 penumpang itu patah. Namun, tidak ada korban jiwa akibat kecelakaan ini.

Meski tak ada korban meninggal dunia, akibat kecelakaan ini lima orang penumpang mengalami luka-luka dan trauma.


Sumber : VIVAnews 




Pesawat Jatuh di Jalan Raya, Lima Penumpang Tewas

U.S. Federal Aviation Administration (FAA) telah mengkonfirmasi lima orang tewas dalam kecelakaan pesawat kecil, Selasa pagi (20/12) waktu setempat, setelah pesawat itu jatuh di jalan raya New Jersey State.


Perusahaan penanaman modal perbankan New York, Greenhill & Co., mengkonfirmasi dua direktur pelaksananya --Jeffrey Buckalew (45) dan Rakesh Chawla (36)-- serta dua anak dan istri Buckalew berada di pesawat yang jatuh di jalan raya Interstate 287.

Jalan raya tersebut adalah jalan yang digunakan banyak pengemudi dan melingkari pinggir barat dan utara daerah New York City.

Semua korban jiwa berasal dari pesawat yang jatuh dan tak seorang pun di darat cedera, kata polisi sebagaimana dikutip Xinhua, Rabu pagi.

Pesawat itu lepas-landas dari bandar udara Teterboro di New Jersey dan sedang dalam penerbangan ke negara bagian Georgia, kata juru bicara FAA Jim Peters.

Peters mengatakan pilot pesawat tersebut meminta izin untuk naik lebih tinggi lagi sebelum pesawat itu hilang dari radar.

Beberapa saksi mata mengatakan pesawat bermesin tunggal tersebut tampak pecah saat menukik ke jalur tengah yang dipenuhi pohon dan meledak di Interstate 287 di Harding, New Jersey.

"Perusahaan sangat berduka sehubungan dengan kematian tragis dua rekan seniornya dan anggota keluarga Jeff," kata Greenhill & Co di dalam satu pernyataan tertulis.

Satu anjing di dalam pesawat itu juga mati dalam kecelakaan tersebut.

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA


Followers